4 Spot Terbaik Untuk Melihat Sunrise di Bromo

Betapa indahnya melihat matahari terbit maupun tenggelam. Namun, jika Anda sedang berada maupun ingin merencanakan liburan ke gunung bromo, ini rekomendasikan tempat terbaik untuk melihat matahari terbit dari sekitaran taman nasional gunung bromo.

1. Bukit Cinta

Bukit dengan ketinggian 2.680 mdpl ini cukup populer karena namanya. Terdapat tembok besar bertuliskan Love Hill Bromo Tengger sebagai penanda sekaligus tempat berfoto.

Dari sini wisatawan sudah bisa melihat Kaldera Tengger, yaitu Gunung Bromo, Gunung Kursi, Watangan, dan Gunung Widodaren. Dari sini pula Anda bisa melihat gagahnya puncak tertinggi di Pulau Jawa, Puncak Mahameru.

2. Pos Dingklik

Pos pengamatan ini jadi yang pertama dilalui dari jalur Pasuruan. Lokasinya tidak begitu jauh dari gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hanya sekitar empat menit perjalanan.

3. Bukit Kingkong

Bukit Kingkong merupakan titik paling ramai anteran Jeep sebelum sampai ke Puncak Penanjakan. Mengutip dari papan informasi, masyarakat Tengger menyebut bukit ini Kadaluh, dari bahasa Sansakerta yang artinya pengharapan akan kesuburan wilayah Tengger. Dari bukit ini pemandangan yang sama dari Bukit Cinta pun bisa Anda lihat.

4. Puncak Penanjakan

Puncak Penanjakan atau Pananjakan merupakan uncak tertinggi untuk melihat matahari terbit ke arah Kaldera Tengger, salah satunya termasuk Gunung Bromo. Dari ketiga tempat lainnya, Pananjakan memiliki fasilitas yang terlengkap, mulai dari mushala, toilet, hingga kios-kios penjaja makanan.

 

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13310030/4-titik-terbaik-melihat-matahari-terbit-di-bromo?page=2

Advertisements

Waktu Terbaik Untuk Berlibur Ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja “Brama”, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Dikutip dari Tempo.co, musim kunjung terbaik untuk pergi ke wilayah TNBTS yang sedang hijau segar adalah pada April hingga Mei. Pada bulan tersebut, biasanya tanaman, seperti rumput dan pepohonan, tumbuh subur.

1600px-Gunung_Bromo_di_Indonesia
Pemandangan Gunung Bromo Dan Galaksi Bima Sakti

Pada waktu itu, hujan masih bakal terjadi sesekali, namun tidak mengganggu aktivitas kunjungan. Hujan justru membuat rerumputan yang terkena debu tersapu air. Makanya penampakan pemandangannya sedang bagus-bagusnya saat bulan tersebut.

Musim kering akan terjadi pada Juli hingga Agustus. Cuaca relatif panas dan angin terasa kering. Rerumputan dan pepohonann di sekitar kawasan TNBTS biasanya meranggas. Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada pertengahan Oktober, wilayah TNBTS akan mengalami musim basah atau mulai terjadi peningkatan curah hujan. Saat itu, kawasan sabana Gunung Bromo dan jalur trekking Gunung Semeru akan becek dan cenderung berlumpur.

WISATA KULINER CIREBON YANG WAJIB KAMU COBA VOL.2

Yo, balik lagi dalam artikel yang membahas wisata kuliner di Cirebon. Bagi yang belum baca vol.1 bisa langsung di klik VOL.1.

Mie Koclok Lawanggada Mas Edi

Screen Shot 2018-08-03 at 3.23.16 PM
https://www.tripadvisor.co.id

Mie Koclok Lawanggada Mas Edi terletak di Jalan Lawang Gada No. 23, Pulasaren, Pekalipan, Cirebon. Mie koclok adalah campuran mie telor dan sayur yang memiliki kuah bewarna putih yang terasa manis dan gurih. Lo harus coba sih.

Harganya sekitar 14 ribu – 17 ribu saja, monggo.

Docang Pak Kumis

Screen Shot 2018-08-03 at 3.30.33 PM
https://www.google.com

Docang Pak Kumis Khas Cirebon terletak di jalan Tentara Pelajar, Pekiringan, Kesambi, Cirebon. Docang itu berisikan lontong dengan campuran sayuran toge dan daun singkong yang disajikan dengan kuah yang gurih dan kerupuk. Menurut salah satu warga Cirebon yang saya wawancara, kekuatan dari docang sendiri terletak pada krupuknya.

Harganya bekisar 8 ribu – 10 ribu rupiah saja, yummy!

Wisata Kuliner Cirebon Yang Wajib Kamu Coba Vol.1

Cirebon merupakan kota udang yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya. Jika Anda berniat atau sedang berada di Cirebon, Anda wajib mencoba wisata kuliner berikut:

Empal Gentong Haji Apud

https://www.tripadvisor.co.id

Empal Gentong Haji Apud terletak di Jl. Ir H. Juanda No.24, Battembat, Tengah Tani, Cirebon.  Terdapat dua menu empal yang tersedia di haji Apud, empal gentong dengan santan dan empal asam tanpa santan. Selain itu juga, Empal Gentong Haji Apud juga memiliki menu andalan lain, yaitu sate kambing muda dan nasi lengkok. Serta makanan penutupnya yaitu tahu gejrot khas Cirebon.

Harganya pun terbilang cuku terjangkau. Untuk satu porsi empal gentong ataupun asem harganya sekitar Rp 22 ribu, sedangkan sate kambing muda Rp 40 ribu dan nasi lengko Rp 15 ribu.

Nasi Lengko Pagongan H. Barno

Screen Shot 2018-07-31 at 11.52.37 AM
https://www.tripadvisor.co.id

Nasi Lengko H. Barno terletak di Jalan Pagongan No.15B, Pekiringan, Kesambi, Kota Cirebon. Nasi lengko berisikan nasi, sayuran, tahu, toge ditaburi dengan bumbu kacang dan kecap. Harganya pun cukup terjangkau, sekitar 10ribuan.

Nasi Jamblang Bu Nur

https://www.tripadvisor.co.id

Nasi Jamblang Bu Nur terletak di Jalan Cangkring II No.34, Kejaksan, Kota Cirebon. Nasi jamblang adalah nasi yang menggunakan daun jati sebagai alas. Menu yang bisa dipilih sangat bervariasi, mulai dari sate telor, tahu bacem, paru goreng dan masih banyak lagi. Harga menyesuaikan dengan porsi yang dipilih.

Mie Get

Screen Shot 2018-07-31 at 1.09.36 PM
https://www.google.com

Mie Get Wahidin terletak di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.77, Sukapura, Kejaksan, Kota Cirebon. Mie get ini sebenarnya merupakan indomie olahan dengan cita rasa pedas. Harganya sekitar 12ribu rupiah saja.

 

Sejarah Singkat Candi Borobudur

Candi Borobudur ini dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga, merupakan seorang raja kerajaan Mataram Kuni yang juga keturunan dari Wangsa Syailendra pada abad ke-8 M. Keberadaan candi ini pertama kali diketahui oleh Thomas Stanford Rafles sekitar tahun 1814.

Ketika itu, pertama kali candi borobudur ini ditemukan dalam keadaan berserakan dan terpendam tanah. Candi yang memiliki 10 tingkat ini sebenarnya mempunyai tinggi secara keseluruhan yaitu 42 meter.

Namun setelah dilakukan restorasi, tinggi keseluruhan candi borobudhur ini hanya mencapai 34,5 meter dengan luas secara keseluruhan yaitu 123×123 meter atau 15.129 m2. Setiap tingkat lantainya, dari lantai paling bawah hingga lantai keenam berbentuk persegi, sedangkan lantai ketujuh sampai terakhir (lantai ke sepuluh) berbentuk bulat.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar pada abad ke-9 M. Menurut Prasasti Kayumwungan, candi ini terungkap dalam pembangunannya, selesai dibuat pada 26 Mei 824, atau hampir 100 tahun semenjak mulai awal dibangun. Konon arti dari Borobudur itu sendiri maksudnya gunung yang berteras-teras atau bisa juga disebut dengan budhara. Pendapat lain tentang candi Borobudur yaitu bahwa candi borobudur berarti biara yang terletak di tempat yang tinggi.

Beberapa ahli mengatakan bahwa letak Candi Borobudur berada pada ketinggian 235 meter dari permukaan laut. Pemikiran itu berdasarkan studi dari paraa ahli Geologi membuktikan bahwa Candi Borobudhur pada saat itu adalah sebuah kawasan danau yang besar sehingga sebagian besar desa-desa yang berada di sekitar Candi berada pada ketinggian yang sama, termasuk Candi Pawon dan Candi Mendut.

Berdasarkan Prasasti tanggal 842 AD, seorang sejarawan Casparis menyatakan bahwa Borobudur merupakan salah satu tempat untuk berdoa. Di mana dalam prasasti tersebut mengandung kata “Kawula i Bhumi Sambhara” yang artinya asal kesucian dan Bhumi Sambara merupakan nama sebuah sudut di Candi Borobudur tersebut. Setiap lantai pada Candi Borobudur ini terdapat tema-tema yang berbeda karena pada setiap tingkat tersebut melambangkan tahapan kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan ajaran Buddha Mahayana bahwa setiap orang yang ingin mencapai tingkat kesempurnaan sebagai Buddha harus melalui setiap tahapan kehidupan. Pada setiap lantai di Candi Borobudhur terdapat relief-relief yang bila dibaca dengan runtut akan membawa kita memutari candi searah jarum jam.