Keeksotisan Gili Nanggu dan Gili Kedis

Trio gili tak hanya Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air saja di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Ada trio gili yang terbilang lebih dekat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Praya, Lombok Tengah. Yakni, Gili Nanggu, Sudak dan Kedis.

Pantai Sekotong di Lombok Barat menjadi titik awal berperahu bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam dari bandara. Ada deretan perahu nelayan yang siap membawa menyeberang ke tiga gili di pantai yang terletak di Desa Tawun. Berikut sewa perlengkapan snorkeling tentunya. Bahkan di warung pun tersedia remah-remah roti untuk makanan ikan-ikan.

Sewa perahu dengan kapasitas delapan orang dipatok Rp 350 ribu. Perjalanan dari Pantai Sekotong menuju Gili Nanggu yang pertama saya singgahi hanya sekitar 20 menit. Beberapa menit meluncur dari Pantai Sekotong, deretan pulau kecil itu sudah muncul menyajikan pemandangan unik. Gili Nanggu tampak paling besar. Perahu langsung menuju pulau seluas 12,5 hektare itu.

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=AxKKWKR3XyY[/embedyt]

 

Pasir putih yang mengelilingi pulau menjadi lingkaran yang menyilaukan mata. Semakin dekat, pantainya yang landai dan putih pun terlihat. Sedangkan bagian tengah pulau yang dipenuhi pepohonan.Suasana di pulau kecil itu cukup ramai ketika saya tiba di sana menjelang siang. Di sisi kanan tempat perahu bersandar, tampak rombongan turis asing. Mereka asyik berendam di laut.

Perlengkapan snorkeling menempel di kepala. Ternyata tidak perlu berperahu jauh-jauh untuk menikmati keindahan panorama bawah laut pulau ini, di tepiannya dengan air yang bening, ikan-ikan sudah terlihat. Bahkan tanpa peralatan pun, berbekal remah-remah roti, ikan-ikan warna- warni sudah mengitari. Bintang laut berwarna biru pun bisa ditemukan di sini.

Tak hanya snorkeling yang bisa dinikmati di sini. Pulau sudah dilengkapi juga dengan jogging track, bisa berlari atau sekadar jalan-jalan keliling pulau seperti saya. Ada juga bale-bale beratap jika hanya ingin duduk santai. Saat waktu makan siang tiba, tinggal beranjak ke restoran yang menjadi bagian cottage. Ada pilihan menu simpel seperti nasi goreng hingga hidangan laut.

Selepas makan siang, sejenak bersantai menunggu mentari tak terlalu terik baru beranjak ke dua pulau lain. Jarak antara pulau hanya sekitar 10 menit.

Tujuan selanjutnya adalah Gili Sudak, ukurannya lebih kecil daripada Gili Nanggu. Di sini juga sudah tersedia akomodasi. Jadi selain di Gili Nanggu, bila ingin bermalam bisa pilih Gili Sudak. Rata-rata kamar-kamar yang menghadap ke pantai, bermain di tepi laut bisa terpuaskan. Memancing dan berkano menjadi aktivitas yang bisa dilakoni di sini selain snorkeling.

Pulau terakhir, Gili Kedis, hanya berupa hamparan pasir dengan beberapa pohon. Namun menjadi tempat yang seru buat foto. Nah, sebelum perjalanan berakhir tentu menikmati pasir di Gili Kedis benar-benar harus dipuaskan. Sapa juga ikan-ikan di air yang jernih. Snorkeling bisa dilakukan di sekeliling pulau ini.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/read/1129428/gili-nanggu-dan-gili-kedis-di-lombok-untuk-liburan-eksotis

Advertisements

Ubud Kota Terbaik Nomor 2 Di Dunia!

Keindahan wisata Bali memang tak diragukan lagi. Tak heran jika salah satu diantaranya menjadi destinasi terbaik dan sudah diakui dunia. Seperti baru-baru ini, Ubud dinobatkan menjadi kota terbaik oleh majalah travel terkemuka di dunia, Travel and Leisure.

Dilansir dari situs resmi Travel and Leisure, Ubud dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, tak hanya keindahan alam serta hijaunya sawah yang terhampar namun juga kuil Hindu dan beragam aktivitas seni bagi wisatawan di Ubud juga menuai pujian.

bali-1865773
Salah Satu Pemandangan Di Ubud

Menariknya dari 10 daftar yang dirilis, Ubud berhasil duduk di posisi kedua. Ini merupakan sebuah prestasi lantaran tahun 2016 lalu, Ubud masuk di posisi tujuh dan posisi empat pada tahun 2017. Ubud juga berhasil mengalahkan kota-kota dengan keindahan alam menakjubkan lainnya.

Berikut daftar lengkap 10 kota terbaik di Asia menurut Travel and Leisure:

1. Udaipur, India 89.31
2. Ubud, Bali, Indonesia 88.74
3. Kyoto, Jepang 88.42
4. Luang Prabang, Laos 88.20
5. Hoi An, Vietnam 88.09
6. Chiang Mai, Thailand 87.93
7. Tokyo, Jepang 86.96
8. Bangkok, Thailand 86.71
9. Siem Reap, Kamboja, 86.54
10. Thimpu, Bhutan 86.23

Mengenal Sejarah Keraton Yogyakarta Di Museum Ullen Sentalu

Jika kamu ingin mengenal lebih jauh sejarah kerajaan atau keraton Yogyakarta, maka kamu harus mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Ullen Sentalu berada di kaki Gunung Merapi, tepatnya di daerah Pakem, Kaliurang. Lokasinya memang agak tertutup oleh lebatnya pepohonan yang membuat Museum Ullen Sentalu sangat susah untuk ditemukan.

Kata Ullen Sentalu merupakan singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku.” yang memiliki arti “Nyala lampu blencong” yang merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Blencong sendiri adalah lampu minyak yang biasa dipergunakan dalam pertunjukan wayang kulit. Cahaya dari lampu minyak ini diumpamakan sebagai cahaya yang selalu menerangi perjalanan hidup kita, dan mengarahkan kita dalam kehidupan ini.

Di dalam gedung yang bergaya klasik eropa ini menampilkan banyak koleksi kerajaan keraton Yogyakarta terdahulu, mulai dari pakaian adat seperti batik, senjata seperti keris, lukisan bersejarah keraton, serta alat-alat untuk melakukan ritual di dalam keraton Yogyakarta.

Saat memasuki area museum kita harus ditemani oleh seorang tour guide / pemandu wisata kita di dalam museum. Nah, tour guide inilah yang menjelaskan ke kita cerita sejarah barang-barang yang ada dalam Museum. Biaya tour guide sudah termasuk harga karcis, jika datang sendiri biasanya dipersilahkan untuk menunggu terlebih dahulu untuk menunggu tamu lain untuk menjadikannya satu group karena tour guide yang terbatas dilokasi. Tapi, semakin sedikit orang dalam satu group akan semakin merasakan aura Museum Ullen Sentalu. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Setelah kita berkeliling di dalam museum, kita akan disajikan jamu tradisional ala keraton Yogyakarta terdahulu, dengan resep tradisional pastinya. Dan lagi-lagi, jamu ini sudah termasuk harga di dalam tiket, jadi buat yang mau pergi dengan duit pas-pasan bisa lebih tenang. Tetapi, jika ada duit lebih, di area Museum Ullen Sentalu ini juga menyediakan restoran, bernama Beukenhoof Restaurant.

Selama di dalam Museum, anda tidak boleh menggambil foto atau video. Jika ingin berfoto, pihak museum sudah menyiapkan tempat tersendiri dengan background replika relief di Candi Borobudur.

Screen Shot 2018-07-03 at 11.39.04 AM.png

Relief ini sebenarya dalam posisi miring, yang melambangkan masyarakat Jawa yang mulai melupakan budaya leluhurnya. Bagimana saya bisa untuk sampai kesana?

Screen Shot 2018-07-03 at 11.41.07 AM.png

Untuk ke Museum Ullen Sentalu dari jalan malioboro sangat mudah sekali untuk ditempuh, sekiranya 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Di jaman smartphone ini, anda bisa menggunakan aplikasi google maps atau waze untuk membantu anda untuk sampai ke lokasi. Atau bisa bertanya kepada warga setempat yang sangat ramah sekali.

Berapa harga tiket di Museum Ullen Sentalu?

untuk wisatawan domestik Rp. 25.000,- untuk umum, dan Rp. 15.000,- untuk pelajar. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara umum Rp. 45.000,- dan Rp. 25.000,- untuk mahasiswa/pelajar.

Sekian artikel mengenai Museum Ullen Sentalu, mari kita perdalam lagi ilmu kita mengenai budaya lokal serta turut menjaganya. Terima kasih.

 

Sumber Foto Sampul : https://ksmtour.com/en/informasi/tempat-wisata/yogyakarta/museum-ullen-mengenal-budaya-jawa-yogyakarta.html

Keliling Surabaya Dalam 1 Hari

Berbagai destinasi menarik dapat kita datangi di Surabaya, Jawa Timur. Kota pahlawan ini menyuguhkan banyak destinasi bertemakan kolonial, religi, hingga bahari. Berniat melancong ke Surabaya tapi tak punya banyak waktu, Anda bisa menelusuri rute berikut. KompasTravel mencoba menelusuri destinasi-destinasi menarik di Kota Surabaya dalam waktu satu hari.

1. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini merupakan salah satu densinasi relgi yang ada di Surabaya. Masjid ini merupakan salah satu bangunan peninggalan pasukan Laksamana Cheng Hoo saat ekspedisi ke Indonesia. Destinasi ini berada tak jauh dari kota, tepatnya di Jalan Gading, Ketabang, Surabaya.

Sejak pagi hari, di sana Anda bisa berbincang dengan warga sekitar keturunan tionghoa, tentang sejarah masyarakat mereka. Di sini pun Anda bisa belajar tentang toleransi dan perbedaan. Di dalam area masjid terdapat kios suvenir khas masjid ini, jasa pengobatan tradisional, hingga aneka jajanan.

2. Monumen Kapal Selam

Menjelang siang Anda bisa menuju destinasi Monumen Kapal Selam. Bangunan kapal besar terpajang gagah di sisi Sungai Kalimas, tepatnya di Jalan Pemuda, bersebelahan dengan Plaza Surabaya Di sana Anda bisa belajar mengenai kemaritiman, dengan masuk ke dalam kapal selam. Mulai dari ruangan terdepan, tempat melontar rudal, ruang navigasi kapal, hingga ruang mesin di bagian belakang.

Selain itu di destinasi ini terdapat studio sinema tempat menyaksikan film kejayaan maritim Indonesia. Terutama saat pembebasan Irian Barat menggunakan kapal selam Pasopati 410. Masuklah ke dalam kapal selam dan rasakan bagaimana suasana di dalamnya.

3. Tugu Pahlawan dan Monumen 10 Nopember

Destinasi inilah yang merekam semangat dan kisah bersejarah perjuangan arek Suroboyo berperang melawan pasukan Sekutu dan Belanda. Lokasinya yang berada tepat di pusat kota membuatnya mudah diketahui dan dijangkau. Dari Monumen Kapal Selam ditempuh hanya sekitar dua kilometer atau 30  menit perjalanan.

Di sini Anda bisa menikmati ornamen-ornamen bersejarah seperti mobil Bung Tomo, makam pahlawan-pahlawan rakyat, monumen dan Museum 10 Nopember. Wisatawan juga bisa mengitari kota tua di sekitarnya. Terdapat Gereja Santa Maria, kantor gubernur, gedung tua mandiri, halte trem lama, hingga Jembatan Merah yang merupakan jejak peninggalan kolonial.

4. Museum House of Sampoerna

House of Sampoerna (HoS) merupakan salah satu museum di Surabaya yang wajib Anda kunjungi. Berlokasi di Taman Sampoerna nomor 6, Krembangan Utara, Kota Surabaya. Di museum ini kita akan dijelaskan sejarah perusahaan Sampoerna, dari mulai penemuan racikan tembakau zaman kolonial, hingga modern seperti sekarang. Museum yang memiliki dua lantai ini juga dilengkapi penjualan suvenir dari UMKM masyarakat dan pabrik skala kecil.

5. Kawasan Ampel Surabaya

Di sini, Anda memasuki kawasan akulturasi budaya Jawa dan Timur Tengah. Kawasan Ampel ini berada di bagan paling utara dari destinasi-destinasi sebelumnya. Kawasan Ampel ini merupakan salah satu kawasan yang eksotis di Surabaya karena saat memasukinya akan terasa budaya dan kesenian yang berbeda. Termasuk aneka kuliner Timur Tengah yang harus Anda coba, seperti sambosa, nasi jagung, nasi kebuli dan yang lainnya.

SUMBER : http://travel.kompas.com/read/2017/06/21/063800927/keliling.surabaya.dalam.sehari.ini.5.destinasi.wisata.favorit