Selfie di Kampung Pelangi Kota Bandung

Sejak diresmikan pada Agustus lalu, Kampung Pelangi di Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, kota Bandung menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata. Para penggemar fotografi dan foto swadiri banyak yang menyambangi kawasan ini.

“Kampung Pelangi memulai dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang,” kata Ketua RW 12 Kelurahan Dago, Kota Bandung, Budi Waskito, Kamis, 2/9. Menurut Budi kebanyakan warga di sini adalah hasil relokasi dari daerah Rusunawa sekitar ITB pada 1992.

Sebelumnya kawasan ini dikenal dengan nama Kampung 200. Budi menceritakan dulu warga yang direlokasi diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per Kartu Keluarga. Dari situlah istilah Kampung 200 lahir.

Kampung ini merupakan daerah terpadat di Kelurahan Dago, sehingga Ridwan Kamil (walikota waktu itu) memunculkan gagasan membuat kampung lebih tertata. Tetapi Ridwan Kamil mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat dan membuat gagasan itu tidak terlaksana.

foto© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Budi Waskito bersama warga Kampung 200 akhirnya mencari cara lain, yakni bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rajawali Hyoto yang meproduksi Sanlex. Bentuk kerja sama ini adalah mengecat berbagai fasilitas maupun rumah yang berada di kawasan Dago dengan beragam warna. Proses pengecatannya dilakukan secara gotong royong oleh karang taruna dan warga.

Setelah semua bangunan disapu warna, kemudian memunculkan panorama yang unik. Tempat ini pun lalu dikenal sebagai Kampung Pelangi. Kondisi rumah yang berada di lereng menjadikan bangunan seperti bertumpuk. Itu yang makin menambah daya tarik bagi wisatawan penikmat fotografi.

Agar kualitas warna terjaga, setiap enam bulan dilakukan perawatan oleh CSR. Bentuknya adalah mengecat ulang rumah-rumah yang warnanya mulai pudar.

“Unik banget malah, seperti di Amerika Latin tapi rasa Bandung. Udaranya yang sejuk tambah enak buat jalan-jalan, hunting foto di sana,” kata Shafira Larasati, salah satu pengunjung.

Budi Waskito berharap Kampung Pelangi dapat menjadi salah satu ikon Kota Bandung dan menumbuhkan sektor ekonomi warga.

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/travel/ideperjalanan/liburan-murah-selfie-asyik-di-kampung-pelangi-kota-bandung/ar-AAAt6KY

Advertisements

Keeksotisan Gili Nanggu dan Gili Kedis

Trio gili tak hanya Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air saja di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Ada trio gili yang terbilang lebih dekat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Praya, Lombok Tengah. Yakni, Gili Nanggu, Sudak dan Kedis.

Pantai Sekotong di Lombok Barat menjadi titik awal berperahu bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam dari bandara. Ada deretan perahu nelayan yang siap membawa menyeberang ke tiga gili di pantai yang terletak di Desa Tawun. Berikut sewa perlengkapan snorkeling tentunya. Bahkan di warung pun tersedia remah-remah roti untuk makanan ikan-ikan.

Sewa perahu dengan kapasitas delapan orang dipatok Rp 350 ribu. Perjalanan dari Pantai Sekotong menuju Gili Nanggu yang pertama saya singgahi hanya sekitar 20 menit. Beberapa menit meluncur dari Pantai Sekotong, deretan pulau kecil itu sudah muncul menyajikan pemandangan unik. Gili Nanggu tampak paling besar. Perahu langsung menuju pulau seluas 12,5 hektare itu.

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=AxKKWKR3XyY[/embedyt]

 

Pasir putih yang mengelilingi pulau menjadi lingkaran yang menyilaukan mata. Semakin dekat, pantainya yang landai dan putih pun terlihat. Sedangkan bagian tengah pulau yang dipenuhi pepohonan.Suasana di pulau kecil itu cukup ramai ketika saya tiba di sana menjelang siang. Di sisi kanan tempat perahu bersandar, tampak rombongan turis asing. Mereka asyik berendam di laut.

Perlengkapan snorkeling menempel di kepala. Ternyata tidak perlu berperahu jauh-jauh untuk menikmati keindahan panorama bawah laut pulau ini, di tepiannya dengan air yang bening, ikan-ikan sudah terlihat. Bahkan tanpa peralatan pun, berbekal remah-remah roti, ikan-ikan warna- warni sudah mengitari. Bintang laut berwarna biru pun bisa ditemukan di sini.

Tak hanya snorkeling yang bisa dinikmati di sini. Pulau sudah dilengkapi juga dengan jogging track, bisa berlari atau sekadar jalan-jalan keliling pulau seperti saya. Ada juga bale-bale beratap jika hanya ingin duduk santai. Saat waktu makan siang tiba, tinggal beranjak ke restoran yang menjadi bagian cottage. Ada pilihan menu simpel seperti nasi goreng hingga hidangan laut.

Selepas makan siang, sejenak bersantai menunggu mentari tak terlalu terik baru beranjak ke dua pulau lain. Jarak antara pulau hanya sekitar 10 menit.

Tujuan selanjutnya adalah Gili Sudak, ukurannya lebih kecil daripada Gili Nanggu. Di sini juga sudah tersedia akomodasi. Jadi selain di Gili Nanggu, bila ingin bermalam bisa pilih Gili Sudak. Rata-rata kamar-kamar yang menghadap ke pantai, bermain di tepi laut bisa terpuaskan. Memancing dan berkano menjadi aktivitas yang bisa dilakoni di sini selain snorkeling.

Pulau terakhir, Gili Kedis, hanya berupa hamparan pasir dengan beberapa pohon. Namun menjadi tempat yang seru buat foto. Nah, sebelum perjalanan berakhir tentu menikmati pasir di Gili Kedis benar-benar harus dipuaskan. Sapa juga ikan-ikan di air yang jernih. Snorkeling bisa dilakukan di sekeliling pulau ini.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/read/1129428/gili-nanggu-dan-gili-kedis-di-lombok-untuk-liburan-eksotis

5 Makanan Yang Ditetapkan Sebagai Makanan Nasional Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan kementerian yang dipimpinnya telah menetapkan lima jenis kuliner untuk membawa identitas nasional. Kelima sajian itu adalah: soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado.

Penetapan itu untuk mengatasi problem bahwa Indonesia belum memiliki makanan nasional. “Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena (kita) punya banyak makanan,” kata Arief dalam konperensi pers di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa, 18/9.

Menteri Arief mengatakan sebenarnya peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti. Namun masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

Arief mengakui bahwa soto sudah ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Alasannya adalah karena soto banyak terdapat di Nusantara.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung dan Yogyakarta. “Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa dilanjutkan ke Bandung,” kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia dalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

“Strategi nya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor,” kata Arief.

 

SUMBER : https://travel.tempo.co/read/1128022/5-makanan-ini-ditetapkan-kemenpar-sebagai-kuliner-nasional/full&view=ok

Keuntungan Traveling Tanpa Membawa Ponsel

Para traveler kekinian barangkali gak bisa dipisahin dari ponsel. Soalnya ponsel sekarang gak cuma buat nelpon atau SMS doang. Ponsel sekarang bisa buat macam-macam, termasuk motret, mencatat, merekam, navigasi, dll.

Tapi, sekali-sekali kamu mesti ngerasain traveling tanpa ponsel supaya bisa mengalami 5 hal berikut:

1. Kamu bakal benar-benar ada di momen itu

Traveling tanpa ponsel, kamu bakal benar-benar ada di momen itu. Biasanya, pas pegang ponsel, kamu pasti ngerasa sedang berada di banyak tempat dalam satu waktu pas chatting—apalagi kalau kamu punya banyak grup.

Realitas jadi bias sampai-sampai kamu bingung sama apa yang kamu hadapi; kamu jadi nggak hidup di momen itu. Nah, lepas dari ponsel pas jalan-jalan, kamu bakal ngerasa utuh. Kamu adalah dirimu secara total, bukan sekadar fragmen-fragmen dalam akun-akun chatting atau media sosial.

2. Kamu bisa melihat lebih banyak

Kalau pakai ponsel, kamu mungkin bisa mencari tahu informasi lebih banyak. Tapi kalau ninggalin ponsel pas jalan-jalan, kamu bakal bisa melihat lebih banyak dengan mata kepalamu sendiri.

Kamu bakal sadar kalau kehidupan itu lebih luas ketimbang chatting, permainan online, atau media sosial. Semakin banyak yang kamu lihat, semakin luas pula wawasanmu dan semakin sensitif pula kamu dalam menyikapi situasi.

3. Rasanya beban bakal terlepas dari pundakmu

Ponsel memang memudahkan. Tapi, sebaliknya, gawai itu juga membawa banyak beban. Kalau dipikir-pikir, lama-lama ponsel jadi seperti gawai tempat segala persoalan bermuara, entah persoalan pribadi maupun masalah profesional.

Kalau pas jalan-jalan kamu ninggalin ponsel, semua masalah juga tertinggal di ponsel itu. Kamu bisa relaks menikmati semua hal yang kamu alami selama perjalanan. Masalah-masalah bisa menunggu buat dihadapi sampai kamu pulang.

4. Kamu bisa menumpuk banyak cerita buat diceritakan ketika pulang

Bawa ponsel pas jalan-jalan, bawaannya kamu pasti pengen cerita ke orang-orang terkasih. Kamu bakal selalu meng-update segala sesuatu yang kamu lakukan, dari mulai mandi jam berapa, makan di mana, apa yang kamu makan (plus foto atau videonya), sampai destinasi-destinasi yang kamu kunjungi. Alhasil, pas pulang nggak ada lagi cerita yang bisa kamu sampaikan karena sudah dicicil setiap hari pas kamu lagi di jalan.

Jalan-jalan tanpa ponsel, cerita-cerita yang kamu dapat sepanjang jalan bisa kamu renungkan terlebih dahulu sebelum diceritakan pada orang-orang tercinta pas pulang nanti. Pasti seru banget nongkrong minum kopi sambil cerita-cerita soal apa yang kamu rasakan selama traveling.

 

Sumber : https://blog.tempo.co/read/1123572/traveling-tanpa-ponsel-ternyata-seru-banget/full&view=ok

Oleh :  Syukron

Video: Cara Bule Ngabisin 100 USD Dalam 1 Hari

Seorang youtuber bernama Drew Binsky membuat video tentang bagaimana ia mengabiskan uang 100USD selama satu hari di Bali.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CxPvi6CqzAo[/embedyt]

Kenang Perjuangan Pahlawan Indonesia di 5 Museum Ini

Berbagai cara dapat dilakukan banyak orang untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus. Salah satunya dengan mengunjungi museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Dengan mengunjungi museum, Anda bisa mengetahui perjuangan para pehlawan untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah. Cara ini juga bisa digunakan sebagai wisata edukasi si kecil untuk menambah pengetahuan. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa mengunjungi museum-museum yang ada disekitaran Kota Jakarta.

1. Museum Sejarah Fatahilah

Bangunan ini dahulu merupakan balai kota Batavia atau dalam bahasa Belanda Stadhuis van Batavia yang dibangun pada 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninghalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penghalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19 yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat China dan Indonesia.

Ada juga keramik, gerabah dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia.

Koleksi kebudayaan Betawi, numismatik dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau disingkat dengan Munasprok merupakan gedung yang dibangun sebagai monument peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia.

Gedung dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi ini pertama kali didirikan pada 1920 dengan gaya arsitektur Eropa. Di dalam gedung terdapat ruangan, mebel kuno dan aksesoris yang menggambarkan suasana serupa peristiwa perumusan naskah proklamasi.

3. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra. Dalam perjalanannya, gedung tersebut selalu beralih fungsi.

Masuk ke dalam gedung dapat disaksikan ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olahraga, kantin, dapur, dan aula. Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan seluruh koleksi museum dengan total 2.042 buah berupa bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta, maket, sketsa dan miniatur.

Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di beberapa ruangan antara lain di ruang awal pergerakan, ruang kesadaran nasional, dan ruan pergerakan dan ruang memorial Boedi Oetomo. Terbaru, pada tahun 2012 dan 2013 revitalisasi museum secara bertahap dilakukan oleh pemerintah pusat dari segi tata koleksi, pemasangan air conditioner dan perbaikan pada papan keterangan.

4. Gedung Joang 45

Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2 dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

Museum ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang pameran tetap dan temporer dengan pojok multi media, bioskop Joang 45, studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama, perpustakaan referensi sejarah ilmiah, komik-komik perjuangan untuk bacaan anak, ruangan anak, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down, foto studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan. Ada juga toko souvenir, plaza untuk aktivitas outdoor berupa teater anak.

5. Museum Sumpah Pemuda

Sebagai museum khusus, koleksi museum ini terdiri dari koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada tahun 2007, keseluruhan koleksi berjumlah 2.867 koleksi, di mana koleksi utamanya adalah Gedung Kramat 106 yang merupakan tempat direncanakan dan dilaksanakannya Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928. Gedung ini terbagi atas bangunan utama dan paviliun. Bangunan utama terdiri atas serambi depan, satu ruang tamu, 5 kamar, dan satu ruang terbuka atau ruang rapat. Sedangkan bangunan paviliun memiliki 2 kamar.

 

Sumber : https://lifestyle.sindonews.com/read/1331047/156/5-museum-di-jakarta-yang-kenang-perjuangan-pahlawan-indonesia-1534470368

Travel Tips Vol.2!

Jadilah Fleksibel

Anda harus selalu siap jika terjadi delayed atau cobalah untuk tidak kecewa ketika hal-hal buruk terjadi saat diperjalanan. Kesabaran sangat penting saat traveling!

Buat daftar

Sekitar satu minggu atau lebih sebelum memulai perjalanan, buatlah daftar barang-barang apa saja yang tidak ingin Anda lupakan untuk membawanya. Cobalah langsung menuliskan barang tersebut ketika Anda memikirkan sesuatu untuk dibawa.

adult-airport-arrival-1008155

Pelajari Frasa Umum Bahasa Lokal

Sebuah kalimat “Tolong,” “Terima kasih,” dan “Saya minta maaf” dalam bahasa lokal sangat membantu sebelum Anda pergi ke tempat tujuan.

Jangan Lupakan Baterai Kamera Ekstra

Pernahkah Anda tiba di tempat untuk mengambil foto matahari terbenam yang menakjubkan dan Anda baru menyadari bahwa baterai kamera Anda sudah habis dan Anda tidak memiliki baterai cadangan? Cobalah untuk membawa setidaknya tiga baterai kamera saat traveling, sehingga Anda dapat mengabadikan momen Anda saat beribur tanpa harus kehabisan baterai.

Tahapan Seleksi Menjadi Pramugari

Akhir-akhir ini bagi para kaum millennials profesi sebagai kru kabin ( pramugari/pramugara) adalah salah satu yang paling banyak diminati dalam industri penerbangan karena pendapatan dan peluang jalan-jalannya yang menjadi daya picu pekerjaan ini menarik perhatian.

Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia mengatakan saat membuka lowongan pramugari, ia sudah tidak heran jika yang mendaftar ribuan orang. “Dari ribuan yang daftar itu padahal kita butuh cuman 40an, 70an, banyak peminatnya,”

Tes masuk kru kabin terdapat beberapa tahapan, yang pertama tentu syarat pemberkasan. Salah satu yang paling sulit dimiliki ialah kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEIC 600.

airbus-aircraft-airline-1098745

Setelah berkas tersebut lolos, menurut Sari yang paling banyak mengugurkan peserta ialah tahap kedua, Body Mass Index (BMI) atau postur tubuh ideal.

Tahapan kedua ialah wawancara user, dilanjut dengan tahapan psikotes dan Bahasa Inggris, dalam hari yang sama. “Bahasa Inggris itu harus aktif berkomunikasi, presentasi, greetings dan lain-lain. Gugup atau tidak, kebanyakan bengong atau engga pas ditanya. Hasilnya kita umumkan lewat email resmi Garuda, ga ada japri (jalur pribadi) atau apa,” tutur Yonas.

Setelah calon kru kabin menerima email panggilan, Anda bisa bernafas lega, karena tinggal verifikasi data-data yang dinamakan background check. Pihak HRD akan melihat data-data keluarga, mengecek ulang form-form dan diisi di awal, apakah valid atau rekayasa. “Setelah dinyatakan lulus, kita masuk ke medical check up. Di sini sangat tidak bisa dimanipulasi, karena diawasi juga oleh otoritas nasional, tidak hanya dari kita,” kaya Yonas.

“Setelah seleksi awal, masuk tahap ground training di sini, selama empat bulan menginap. Ada pelatihan-pelatihan pelayanan, keselamatan, dan segala macam. Baru flight training,” terang Yonas. Dalam latihan terbang itu, kru kabin pemula harus melalui 10 sektor, contohnya Jakarta-Denpasar yang masuk dalam satu sektor. Kemudian kru kabin juga harus melakukan penerbangan dua sektor tambahan dari Departemen Perhubungan untuk mendapatkan surat izin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ini Tahapan Seleksi Jadi Pramugari, Masih Berminat?”, https://travel.kompas.com/read/2018/09/11/121400027/ini-tahapan-seleksi-jadi-pramugari-masih-berminat-.
Penulis : Muhammad Irzal Adiakurnia
Editor : Wahyu Adityo Prodjo