Mencicipi Gudeg Bromo, Yogyakarta.

Ketika itu hari Jumat, kebetulan lagi mendapatkan tugas kantor ke Yogyakarta. Karna abis nonton film aruna dan lidahnya, gue langsung minta saran ke teman kantor yg orang jogja “kuliner apa yang wajib gue coba disana?” dan disarankan untuk mencicipi gudeg bromo.

Setibanya di Jogja jam 11 malam, gue langsung meluncur ke gudeg bromo menggunakan Go-Car dari bandara. Ternyata lokasinya dekat dengan UNY.

Baru sampe langsung antri, antriannya panjang. Di antrian terdapat beberapa supir gojek. Kita ngantri bareng bareng bisa sampe satu jam lebih. Gue sih gapapa, tapi kasian supir gojeknya, dapet gak seberapa tapi harus antri panjang yang sebenernya bisa untuk mendapatkan orderan lain.

Setelah satu jam antri baru deh bisa berada di posisi terdepan dan langsung pesen. Dan ternyata.. emang rasanya enak banget sih, beda dari gudeg gudeg lainnya di jogja. Rasa pedes dan bumbu-bumbunya kerasa banget. Walaupun agak lebih mahal dari gudeg lainnya. Wajib coba sih kalo pada main ke jogja. Lain kali pasti gue bakal mampir kesini lagi, tapi kalo lagi gak laper laper banget. Kalo laper banget mending makan di tempat lain dulu.

Advertisements

5 Makanan Yang Ditetapkan Sebagai Makanan Nasional Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan kementerian yang dipimpinnya telah menetapkan lima jenis kuliner untuk membawa identitas nasional. Kelima sajian itu adalah: soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado.

Penetapan itu untuk mengatasi problem bahwa Indonesia belum memiliki makanan nasional. “Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena (kita) punya banyak makanan,” kata Arief dalam konperensi pers di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa, 18/9.

Menteri Arief mengatakan sebenarnya peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti. Namun masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

Arief mengakui bahwa soto sudah ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Alasannya adalah karena soto banyak terdapat di Nusantara.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung dan Yogyakarta. “Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa dilanjutkan ke Bandung,” kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia dalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

“Strategi nya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor,” kata Arief.

 

SUMBER : https://travel.tempo.co/read/1128022/5-makanan-ini-ditetapkan-kemenpar-sebagai-kuliner-nasional/full&view=ok