Kenang Perjuangan Pahlawan Indonesia di 5 Museum Ini

Berbagai cara dapat dilakukan banyak orang untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus. Salah satunya dengan mengunjungi museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Dengan mengunjungi museum, Anda bisa mengetahui perjuangan para pehlawan untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah. Cara ini juga bisa digunakan sebagai wisata edukasi si kecil untuk menambah pengetahuan. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa mengunjungi museum-museum yang ada disekitaran Kota Jakarta.

1. Museum Sejarah Fatahilah

Bangunan ini dahulu merupakan balai kota Batavia atau dalam bahasa Belanda Stadhuis van Batavia yang dibangun pada 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninghalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penghalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19 yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat China dan Indonesia.

Ada juga keramik, gerabah dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia.

Koleksi kebudayaan Betawi, numismatik dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau disingkat dengan Munasprok merupakan gedung yang dibangun sebagai monument peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia.

Gedung dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi ini pertama kali didirikan pada 1920 dengan gaya arsitektur Eropa. Di dalam gedung terdapat ruangan, mebel kuno dan aksesoris yang menggambarkan suasana serupa peristiwa perumusan naskah proklamasi.

3. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra. Dalam perjalanannya, gedung tersebut selalu beralih fungsi.

Masuk ke dalam gedung dapat disaksikan ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olahraga, kantin, dapur, dan aula. Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan seluruh koleksi museum dengan total 2.042 buah berupa bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta, maket, sketsa dan miniatur.

Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di beberapa ruangan antara lain di ruang awal pergerakan, ruang kesadaran nasional, dan ruan pergerakan dan ruang memorial Boedi Oetomo. Terbaru, pada tahun 2012 dan 2013 revitalisasi museum secara bertahap dilakukan oleh pemerintah pusat dari segi tata koleksi, pemasangan air conditioner dan perbaikan pada papan keterangan.

4. Gedung Joang 45

Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2 dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

Museum ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang pameran tetap dan temporer dengan pojok multi media, bioskop Joang 45, studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama, perpustakaan referensi sejarah ilmiah, komik-komik perjuangan untuk bacaan anak, ruangan anak, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down, foto studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan. Ada juga toko souvenir, plaza untuk aktivitas outdoor berupa teater anak.

5. Museum Sumpah Pemuda

Sebagai museum khusus, koleksi museum ini terdiri dari koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada tahun 2007, keseluruhan koleksi berjumlah 2.867 koleksi, di mana koleksi utamanya adalah Gedung Kramat 106 yang merupakan tempat direncanakan dan dilaksanakannya Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928. Gedung ini terbagi atas bangunan utama dan paviliun. Bangunan utama terdiri atas serambi depan, satu ruang tamu, 5 kamar, dan satu ruang terbuka atau ruang rapat. Sedangkan bangunan paviliun memiliki 2 kamar.

 

Sumber : https://lifestyle.sindonews.com/read/1331047/156/5-museum-di-jakarta-yang-kenang-perjuangan-pahlawan-indonesia-1534470368

Advertisements

Potala Palace, Istana ‘Di Atas Awan’

Berdiri 12.139 di atas permukaan laut, Potala merupakan istana tertinggi di dunia. Strukturnya yang berusia 1.300 tahun, dibangun sebagai tanda cinta. Menjadi kado pernikahan dari raja Tibet, Songsten Gambo, kepada Putri Wencheng dari Dinasti Tang Tiongkok.

Ketika para biksu datang untuk memerintah Tibet, Istana Potala diperluas dan diubah menjadi rumah musim dingin bagi Dalai Lama.

Namun, setelah Dalai Lama diasingkan ke India pada 1959, pemerintah Tiongkok pun mengambil alih dan membuatnya menjadi museum.

Hingga kini, Istana Potala masih menjadi bangunan ikonik di wilayah tersebut dan tempat suci bagi para penganut Buddha di seluruh dunia.

Sepanjang tahun, ribuan peziarah mengelilingi lingkar istana dengan roda doa dan manik-manik untuk meminta berkah. Beberapa orang bahkan rela berjalan kaki ribuan mil demi menyampaikan penghormatan mereka.

Memiliki lebih dari seribu ruangan, sepuluh ribu lukisan gulung, 698 mural, dan ribuan patung yang dibuat dari bahan-bahan berharga, Istana Potala menjadi salah satu tempat paling spiritual.

Di dalam istana ini terdapat makam delapan Dalai Lama, ratusan naskah Buddha, dan beberapa ruang suci. Lampu-lampu mentega diletakkan di lorong dan biksu penjaga ditempatkan pada setiap ruang publik untuk memastikan bahwa kesopanan tetap terjaga.

Bangunan istana dibagi menjadi dua bagian – Red Palace dan White Palace. Yang satu memiliki fungsi agama, sementara yang lainnya untuk mengurusi administrasi. Mereka benar-benar berwarna merah dan putih dengan lapisan cat baru yang terbuat dari campuran susu, madu, dan gula.

 

Sumber : Nationalgeographic.co.id “http://nationalgeographic.grid.id/read/13929059/potala-istana-di-atas-awan-yang-sempat-menjadi-rumah-dalai-lama

The Museum of Failure, Museum Untuk Produk Gagal

The Museum of Failure yang berlokasi di Amerika Serikat dan Swedia ini, memberikan ‘hidup baru’ kepada lebih dari seratus produk gagal. Para pengunjung bisa melihat berbagai macam objek, dari teknologi yang terlupakan seperti Apple Newton atau Google Glass, hingga produk makanan seperti Cola-Cola BlāK (minuman bersoda dengan rasa kopi) dan lasagna beku dari Colgate.

coca-cola-blak
cocal cola rasa kopi

Meskipun awalnya berisiko, namun Museum of Failure menunjukkan kesuksesan. Bermula di Helsingborg, Swedia, kini koleksinya semakin bertambah dan lokasi baru dibuka di Los Angeles, pada Desember 2017. Beberapa objek museum bahkan akan dipamerkan melalui tur dunia.

 

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13622041/di-museum-ini-anda-bisa-melihat-koleksi-produk-produk-gagal?page=2

Harga Tiket Di Taman Mini Indonesia Indah 2018

Kamu ingin berpergian ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tetapi tidak mengetahui berapa saja harga tiket masuk disana? Tenang, kami akan memberikan informasi mengenai berapa saja harga tiket masuk untuk wahana di TMII. Sebelumnya, kami akan menjelaskan dulu apa itu Taman Mini Indonesia Indah.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar[1] atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6 derajat 18’6.8”LS, 106 derajat 53’47.2”BT. Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat.

 

Screen Shot 2018-09-02 at 12.36.32 PM.png

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari “Taman Mini Indonesia Indah”. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini “Indonesia Indah” ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia “Indonesia Indah”, yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektar. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Screen Shot 2018-09-02 at 12.38.41 PM.png

Bagi kamu yang ingin pergi berlibur ke Taman Mini Indonesia Indah maka bisa melihat harga tiket tmii serta harga dari setiap wahana yang ingin kamu coba, untuk selengkapnya bisa dilihat dibawah ini.

Daftar Harga Tiket Masuk TMII Dan Wahana

This slideshow requires JavaScript.

Jam operasional atau jam buka taman mini dibuka setiap hari dari hari Senin-Minggu mulai pukul 07.00-21.00 WIB dan untuk setiap wahana memiliki jam operasional masing-masing yang bisa dilihat ditabel diatas.

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur!

Sejarah Singkat Candi Borobudur

Candi Borobudur ini dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga, merupakan seorang raja kerajaan Mataram Kuni yang juga keturunan dari Wangsa Syailendra pada abad ke-8 M. Keberadaan candi ini pertama kali diketahui oleh Thomas Stanford Rafles sekitar tahun 1814.

Ketika itu, pertama kali candi borobudur ini ditemukan dalam keadaan berserakan dan terpendam tanah. Candi yang memiliki 10 tingkat ini sebenarnya mempunyai tinggi secara keseluruhan yaitu 42 meter.

Namun setelah dilakukan restorasi, tinggi keseluruhan candi borobudhur ini hanya mencapai 34,5 meter dengan luas secara keseluruhan yaitu 123×123 meter atau 15.129 m2. Setiap tingkat lantainya, dari lantai paling bawah hingga lantai keenam berbentuk persegi, sedangkan lantai ketujuh sampai terakhir (lantai ke sepuluh) berbentuk bulat.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar pada abad ke-9 M. Menurut Prasasti Kayumwungan, candi ini terungkap dalam pembangunannya, selesai dibuat pada 26 Mei 824, atau hampir 100 tahun semenjak mulai awal dibangun. Konon arti dari Borobudur itu sendiri maksudnya gunung yang berteras-teras atau bisa juga disebut dengan budhara. Pendapat lain tentang candi Borobudur yaitu bahwa candi borobudur berarti biara yang terletak di tempat yang tinggi.

Beberapa ahli mengatakan bahwa letak Candi Borobudur berada pada ketinggian 235 meter dari permukaan laut. Pemikiran itu berdasarkan studi dari paraa ahli Geologi membuktikan bahwa Candi Borobudhur pada saat itu adalah sebuah kawasan danau yang besar sehingga sebagian besar desa-desa yang berada di sekitar Candi berada pada ketinggian yang sama, termasuk Candi Pawon dan Candi Mendut.

Berdasarkan Prasasti tanggal 842 AD, seorang sejarawan Casparis menyatakan bahwa Borobudur merupakan salah satu tempat untuk berdoa. Di mana dalam prasasti tersebut mengandung kata “Kawula i Bhumi Sambhara” yang artinya asal kesucian dan Bhumi Sambara merupakan nama sebuah sudut di Candi Borobudur tersebut. Setiap lantai pada Candi Borobudur ini terdapat tema-tema yang berbeda karena pada setiap tingkat tersebut melambangkan tahapan kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan ajaran Buddha Mahayana bahwa setiap orang yang ingin mencapai tingkat kesempurnaan sebagai Buddha harus melalui setiap tahapan kehidupan. Pada setiap lantai di Candi Borobudhur terdapat relief-relief yang bila dibaca dengan runtut akan membawa kita memutari candi searah jarum jam.

Mengenal Sejarah Keraton Yogyakarta Di Museum Ullen Sentalu

Jika kamu ingin mengenal lebih jauh sejarah kerajaan atau keraton Yogyakarta, maka kamu harus mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Ullen Sentalu berada di kaki Gunung Merapi, tepatnya di daerah Pakem, Kaliurang. Lokasinya memang agak tertutup oleh lebatnya pepohonan yang membuat Museum Ullen Sentalu sangat susah untuk ditemukan.

Kata Ullen Sentalu merupakan singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku.” yang memiliki arti “Nyala lampu blencong” yang merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Blencong sendiri adalah lampu minyak yang biasa dipergunakan dalam pertunjukan wayang kulit. Cahaya dari lampu minyak ini diumpamakan sebagai cahaya yang selalu menerangi perjalanan hidup kita, dan mengarahkan kita dalam kehidupan ini.

Di dalam gedung yang bergaya klasik eropa ini menampilkan banyak koleksi kerajaan keraton Yogyakarta terdahulu, mulai dari pakaian adat seperti batik, senjata seperti keris, lukisan bersejarah keraton, serta alat-alat untuk melakukan ritual di dalam keraton Yogyakarta.

Saat memasuki area museum kita harus ditemani oleh seorang tour guide / pemandu wisata kita di dalam museum. Nah, tour guide inilah yang menjelaskan ke kita cerita sejarah barang-barang yang ada dalam Museum. Biaya tour guide sudah termasuk harga karcis, jika datang sendiri biasanya dipersilahkan untuk menunggu terlebih dahulu untuk menunggu tamu lain untuk menjadikannya satu group karena tour guide yang terbatas dilokasi. Tapi, semakin sedikit orang dalam satu group akan semakin merasakan aura Museum Ullen Sentalu. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Setelah kita berkeliling di dalam museum, kita akan disajikan jamu tradisional ala keraton Yogyakarta terdahulu, dengan resep tradisional pastinya. Dan lagi-lagi, jamu ini sudah termasuk harga di dalam tiket, jadi buat yang mau pergi dengan duit pas-pasan bisa lebih tenang. Tetapi, jika ada duit lebih, di area Museum Ullen Sentalu ini juga menyediakan restoran, bernama Beukenhoof Restaurant.

Selama di dalam Museum, anda tidak boleh menggambil foto atau video. Jika ingin berfoto, pihak museum sudah menyiapkan tempat tersendiri dengan background replika relief di Candi Borobudur.

Screen Shot 2018-07-03 at 11.39.04 AM.png

Relief ini sebenarya dalam posisi miring, yang melambangkan masyarakat Jawa yang mulai melupakan budaya leluhurnya. Bagimana saya bisa untuk sampai kesana?

Screen Shot 2018-07-03 at 11.41.07 AM.png

Untuk ke Museum Ullen Sentalu dari jalan malioboro sangat mudah sekali untuk ditempuh, sekiranya 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Di jaman smartphone ini, anda bisa menggunakan aplikasi google maps atau waze untuk membantu anda untuk sampai ke lokasi. Atau bisa bertanya kepada warga setempat yang sangat ramah sekali.

Berapa harga tiket di Museum Ullen Sentalu?

untuk wisatawan domestik Rp. 25.000,- untuk umum, dan Rp. 15.000,- untuk pelajar. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara umum Rp. 45.000,- dan Rp. 25.000,- untuk mahasiswa/pelajar.

Sekian artikel mengenai Museum Ullen Sentalu, mari kita perdalam lagi ilmu kita mengenai budaya lokal serta turut menjaganya. Terima kasih.

 

Sumber Foto Sampul : https://ksmtour.com/en/informasi/tempat-wisata/yogyakarta/museum-ullen-mengenal-budaya-jawa-yogyakarta.html

Museum Indonesia TMII, Museum Yang Wajib Dikunjungi Di Jakarta

Jika lo tinggal atau sedang berada di Jakarta dan ingin belajar tentang Indonesia lebih jauh lagi tanpa harus keliling Indonesia, lo wajib berkunjung ke Museum Indonesia yang berada di area Taman Mini Indonesia Indah.

Ide awal dibangunnya museum Indonesia ini berasal dari Ibu Tien Soeharto, sebagai “satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia”. Lalu dibuatlah dalam bentuk bangunan bergaya Bali yang dipimpin oleh seorang Arsitek bernama Ida Bagus Tugur. Bagunan ini terdiri dari 3 lantai, sesuai dengan Filosofi Tri Hita Karana.

Filosofi Tri Hita Karana dari 3 lantai di dalam gedung ini menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yaitu adalah hubungan sesama manusia, hubungan manusia dengan lingkungan, serta manusia dengan Tuhan. Museum ini dibangun tahun 1976 dan diresmikan pada tahun 1980 yang bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke 5 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh Presiden Soeharto.

Museum ini berfungsi sebagai tempat pameran tetap dengan pemaparan benda koleksinya yang terbagi kedalam 3 tema dalam 3 lantai.

Lantai 1

Bertema Bhinneka Tunggal Ika: Di lantai ini Museum menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang terdiri dari 33 provinsi. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adat yang dimiliki museum ini merupakan koleksi terlengkap yang dimiliki oleh sebuah museum di Indonesia bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dari sisi Agama, Pakaian, Kesenian, maupun Adat-istiadatnya. Pada bagian lain, lantai ini juga memaparkan berbagai jenis wayang dalam sebuah diorama serta alat musik tradisional Jawa.

Screen Shot 2018-06-15 at 1.37.26 PM

Lantai 2

Bertema manusia dan lingkungan: Di lantai ini Museum menampilkan benda-benda budaya di lingkungan sekitar yang diwujudkan dalam bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadah, dan lumbung padi. Bangunan-bangun tersebut menyesuaikan dengan keadaaan lingkungan, termasuk bentang darat, misalnya rumah di dataran rendah, di atas pohon, ataupun di atas sungai. Selain itu juga, ditampilkan ruangan bangunan rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian serta upacara daur hidup (Life cycle rites) ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi ucapara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes), upacara penobatan Datuk, dan pelaminan Sumatera barat yang mewakili upacara pernikahan.

Screen Shot 2018-06-15 at 1.39.05 PM

Lantai 3

Bertema Seni dan Kriya: Di lantai ini Museum menampilkan menampilkan hasil seni garapan dan ciptaan baru, seperti aneka kain yang meliputi songket, tenun, batik. Selain itu juga terdapat berbagai benda kerajinan dari bahan logam seperti perak, kuningan dan tembaga. Seni ukir juga terdapat disana, antara lain adalah hasil seni ukir dari Bali, Toraja dan Asmat. Pohon hayat yang diilhami gunungan dalam pergelaran wayang sebagai pembuka, pergantian dan penutup suatu adegan dalam pergelaratn wayang berdiri megah setinggi 8 meter dengan lebar 4 meter, lambing alam semesta yang mengandung unsur udara, air, api dan tanah. Penempatan pohon Hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.

Untuk harga tiketnya sendiri adalah Rp 15.000,- harga yang sangat murah untuk ilmu yang sangat banyak di dalamnya. Ayo mengenal lebih jauh lagi tentang Indonesia dan melestarikannya.