Mencicipi Gudeg Bromo, Yogyakarta.

Ketika itu hari Jumat, kebetulan lagi mendapatkan tugas kantor ke Yogyakarta. Karna abis nonton film aruna dan lidahnya, gue langsung minta saran ke teman kantor yg orang jogja “kuliner apa yang wajib gue coba disana?” dan disarankan untuk mencicipi gudeg bromo.

Setibanya di Jogja jam 11 malam, gue langsung meluncur ke gudeg bromo menggunakan Go-Car dari bandara. Ternyata lokasinya dekat dengan UNY.

Baru sampe langsung antri, antriannya panjang. Di antrian terdapat beberapa supir gojek. Kita ngantri bareng bareng bisa sampe satu jam lebih. Gue sih gapapa, tapi kasian supir gojeknya, dapet gak seberapa tapi harus antri panjang yang sebenernya bisa untuk mendapatkan orderan lain.

Setelah satu jam antri baru deh bisa berada di posisi terdepan dan langsung pesen. Dan ternyata.. emang rasanya enak banget sih, beda dari gudeg gudeg lainnya di jogja. Rasa pedes dan bumbu-bumbunya kerasa banget. Walaupun agak lebih mahal dari gudeg lainnya. Wajib coba sih kalo pada main ke jogja. Lain kali pasti gue bakal mampir kesini lagi, tapi kalo lagi gak laper laper banget. Kalo laper banget mending makan di tempat lain dulu.

Advertisements

Selfie di Kampung Pelangi Kota Bandung

Sejak diresmikan pada Agustus lalu, Kampung Pelangi di Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, kota Bandung menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata. Para penggemar fotografi dan foto swadiri banyak yang menyambangi kawasan ini.

“Kampung Pelangi memulai dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang,” kata Ketua RW 12 Kelurahan Dago, Kota Bandung, Budi Waskito, Kamis, 2/9. Menurut Budi kebanyakan warga di sini adalah hasil relokasi dari daerah Rusunawa sekitar ITB pada 1992.

Sebelumnya kawasan ini dikenal dengan nama Kampung 200. Budi menceritakan dulu warga yang direlokasi diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per Kartu Keluarga. Dari situlah istilah Kampung 200 lahir.

Kampung ini merupakan daerah terpadat di Kelurahan Dago, sehingga Ridwan Kamil (walikota waktu itu) memunculkan gagasan membuat kampung lebih tertata. Tetapi Ridwan Kamil mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat dan membuat gagasan itu tidak terlaksana.

foto© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Budi Waskito bersama warga Kampung 200 akhirnya mencari cara lain, yakni bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rajawali Hyoto yang meproduksi Sanlex. Bentuk kerja sama ini adalah mengecat berbagai fasilitas maupun rumah yang berada di kawasan Dago dengan beragam warna. Proses pengecatannya dilakukan secara gotong royong oleh karang taruna dan warga.

Setelah semua bangunan disapu warna, kemudian memunculkan panorama yang unik. Tempat ini pun lalu dikenal sebagai Kampung Pelangi. Kondisi rumah yang berada di lereng menjadikan bangunan seperti bertumpuk. Itu yang makin menambah daya tarik bagi wisatawan penikmat fotografi.

Agar kualitas warna terjaga, setiap enam bulan dilakukan perawatan oleh CSR. Bentuknya adalah mengecat ulang rumah-rumah yang warnanya mulai pudar.

“Unik banget malah, seperti di Amerika Latin tapi rasa Bandung. Udaranya yang sejuk tambah enak buat jalan-jalan, hunting foto di sana,” kata Shafira Larasati, salah satu pengunjung.

Budi Waskito berharap Kampung Pelangi dapat menjadi salah satu ikon Kota Bandung dan menumbuhkan sektor ekonomi warga.

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/travel/ideperjalanan/liburan-murah-selfie-asyik-di-kampung-pelangi-kota-bandung/ar-AAAt6KY

Video: Cara Bule Ngabisin 100 USD Dalam 1 Hari

Seorang youtuber bernama Drew Binsky membuat video tentang bagaimana ia mengabiskan uang 100USD selama satu hari di Bali.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CxPvi6CqzAo[/embedyt]

Potala Palace, Istana ‘Di Atas Awan’

Berdiri 12.139 di atas permukaan laut, Potala merupakan istana tertinggi di dunia. Strukturnya yang berusia 1.300 tahun, dibangun sebagai tanda cinta. Menjadi kado pernikahan dari raja Tibet, Songsten Gambo, kepada Putri Wencheng dari Dinasti Tang Tiongkok.

Ketika para biksu datang untuk memerintah Tibet, Istana Potala diperluas dan diubah menjadi rumah musim dingin bagi Dalai Lama.

Namun, setelah Dalai Lama diasingkan ke India pada 1959, pemerintah Tiongkok pun mengambil alih dan membuatnya menjadi museum.

Hingga kini, Istana Potala masih menjadi bangunan ikonik di wilayah tersebut dan tempat suci bagi para penganut Buddha di seluruh dunia.

Sepanjang tahun, ribuan peziarah mengelilingi lingkar istana dengan roda doa dan manik-manik untuk meminta berkah. Beberapa orang bahkan rela berjalan kaki ribuan mil demi menyampaikan penghormatan mereka.

Memiliki lebih dari seribu ruangan, sepuluh ribu lukisan gulung, 698 mural, dan ribuan patung yang dibuat dari bahan-bahan berharga, Istana Potala menjadi salah satu tempat paling spiritual.

Di dalam istana ini terdapat makam delapan Dalai Lama, ratusan naskah Buddha, dan beberapa ruang suci. Lampu-lampu mentega diletakkan di lorong dan biksu penjaga ditempatkan pada setiap ruang publik untuk memastikan bahwa kesopanan tetap terjaga.

Bangunan istana dibagi menjadi dua bagian – Red Palace dan White Palace. Yang satu memiliki fungsi agama, sementara yang lainnya untuk mengurusi administrasi. Mereka benar-benar berwarna merah dan putih dengan lapisan cat baru yang terbuat dari campuran susu, madu, dan gula.

 

Sumber : Nationalgeographic.co.id “http://nationalgeographic.grid.id/read/13929059/potala-istana-di-atas-awan-yang-sempat-menjadi-rumah-dalai-lama

The Museum of Failure, Museum Untuk Produk Gagal

The Museum of Failure yang berlokasi di Amerika Serikat dan Swedia ini, memberikan ‘hidup baru’ kepada lebih dari seratus produk gagal. Para pengunjung bisa melihat berbagai macam objek, dari teknologi yang terlupakan seperti Apple Newton atau Google Glass, hingga produk makanan seperti Cola-Cola BlāK (minuman bersoda dengan rasa kopi) dan lasagna beku dari Colgate.

coca-cola-blak
cocal cola rasa kopi

Meskipun awalnya berisiko, namun Museum of Failure menunjukkan kesuksesan. Bermula di Helsingborg, Swedia, kini koleksinya semakin bertambah dan lokasi baru dibuka di Los Angeles, pada Desember 2017. Beberapa objek museum bahkan akan dipamerkan melalui tur dunia.

 

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13622041/di-museum-ini-anda-bisa-melihat-koleksi-produk-produk-gagal?page=2

Islandia, Negara Paling Aman Sedunia!

Jika Anda sedang mencari tempat berlibur yang keamanannya terjamin, mungkin Islandia bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi. Negara tersebut menempati posisi pertama di Global Peace Index – selama 11 tahun berturut-turut.

Setiap tahun, institusi kebijakan Australia mengolah data mengenai negara mana yang paling aman dan berbahaya, dari total 163 negara bagian dan wilayah independen.

cascade-iceland-mist-831088
Salah Satu Pemandangan Indah Di Islandia.

Data tersebut meliputi beberapa faktor seperti tingkat kriminalitas, pembunuhan, serangan teroris, impor dan ekspor senjata, jumlah penduduk yang dipenjara, serta korupsi pemerintah.

Islandia terpilih menjadi negara paling aman karena tingkat kriminalitasnya rendah. Hanya ada 1,8% pembunuhan per tahunnya.

Berikut 20 negara paling aman di dunia berdasarkan data Global Peace Index:

  1. Islandia
  2. Selandia Baru
  3. Austria
  4. Portugal
  5. Denmark
  6. Kanada
  7. Republik Ceko
  8. Singapura
  9. Jepang
  10. Irlandia
  11. Slovenia
  12. Swiss
  13. Australia
  14. Swedia
  15. Finlandia
  16. Norwegia
  17. Jerman
  18. Hongaria
  19. Bhutan
  20. Mauritius

 

Sumber : http://nationalgeographic.grid.id/read/13889869/negara-negara-di-dunia-yang-paling-aman-untuk-dikunjungi

Harga Tiket Di Taman Mini Indonesia Indah 2018

Kamu ingin berpergian ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tetapi tidak mengetahui berapa saja harga tiket masuk disana? Tenang, kami akan memberikan informasi mengenai berapa saja harga tiket masuk untuk wahana di TMII. Sebelumnya, kami akan menjelaskan dulu apa itu Taman Mini Indonesia Indah.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar[1] atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6 derajat 18’6.8”LS, 106 derajat 53’47.2”BT. Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat.

 

Screen Shot 2018-09-02 at 12.36.32 PM.png

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari “Taman Mini Indonesia Indah”. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini “Indonesia Indah” ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia “Indonesia Indah”, yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektar. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Screen Shot 2018-09-02 at 12.38.41 PM.png

Bagi kamu yang ingin pergi berlibur ke Taman Mini Indonesia Indah maka bisa melihat harga tiket tmii serta harga dari setiap wahana yang ingin kamu coba, untuk selengkapnya bisa dilihat dibawah ini.

Daftar Harga Tiket Masuk TMII Dan Wahana

This slideshow requires JavaScript.

Jam operasional atau jam buka taman mini dibuka setiap hari dari hari Senin-Minggu mulai pukul 07.00-21.00 WIB dan untuk setiap wahana memiliki jam operasional masing-masing yang bisa dilihat ditabel diatas.

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur!