Trio gili tak hanya Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air saja di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Ada trio gili yang terbilang lebih dekat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Praya, Lombok Tengah. Yakni, Gili Nanggu, Sudak dan Kedis.

Pantai Sekotong di Lombok Barat menjadi titik awal berperahu bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam dari bandara. Ada deretan perahu nelayan yang siap membawa menyeberang ke tiga gili di pantai yang terletak di Desa Tawun. Berikut sewa perlengkapan snorkeling tentunya. Bahkan di warung pun tersedia remah-remah roti untuk makanan ikan-ikan.

Sewa perahu dengan kapasitas delapan orang dipatok Rp 350 ribu. Perjalanan dari Pantai Sekotong menuju Gili Nanggu yang pertama saya singgahi hanya sekitar 20 menit. Beberapa menit meluncur dari Pantai Sekotong, deretan pulau kecil itu sudah muncul menyajikan pemandangan unik. Gili Nanggu tampak paling besar. Perahu langsung menuju pulau seluas 12,5 hektare itu.

 

 

Pasir putih yang mengelilingi pulau menjadi lingkaran yang menyilaukan mata. Semakin dekat, pantainya yang landai dan putih pun terlihat. Sedangkan bagian tengah pulau yang dipenuhi pepohonan.Suasana di pulau kecil itu cukup ramai ketika saya tiba di sana menjelang siang. Di sisi kanan tempat perahu bersandar, tampak rombongan turis asing. Mereka asyik berendam di laut.

Perlengkapan snorkeling menempel di kepala. Ternyata tidak perlu berperahu jauh-jauh untuk menikmati keindahan panorama bawah laut pulau ini, di tepiannya dengan air yang bening, ikan-ikan sudah terlihat. Bahkan tanpa peralatan pun, berbekal remah-remah roti, ikan-ikan warna- warni sudah mengitari. Bintang laut berwarna biru pun bisa ditemukan di sini.

Tak hanya snorkeling yang bisa dinikmati di sini. Pulau sudah dilengkapi juga dengan jogging track, bisa berlari atau sekadar jalan-jalan keliling pulau seperti saya. Ada juga bale-bale beratap jika hanya ingin duduk santai. Saat waktu makan siang tiba, tinggal beranjak ke restoran yang menjadi bagian cottage. Ada pilihan menu simpel seperti nasi goreng hingga hidangan laut.

Selepas makan siang, sejenak bersantai menunggu mentari tak terlalu terik baru beranjak ke dua pulau lain. Jarak antara pulau hanya sekitar 10 menit.

Tujuan selanjutnya adalah Gili Sudak, ukurannya lebih kecil daripada Gili Nanggu. Di sini juga sudah tersedia akomodasi. Jadi selain di Gili Nanggu, bila ingin bermalam bisa pilih Gili Sudak. Rata-rata kamar-kamar yang menghadap ke pantai, bermain di tepi laut bisa terpuaskan. Memancing dan berkano menjadi aktivitas yang bisa dilakoni di sini selain snorkeling.

Pulau terakhir, Gili Kedis, hanya berupa hamparan pasir dengan beberapa pohon. Namun menjadi tempat yang seru buat foto. Nah, sebelum perjalanan berakhir tentu menikmati pasir di Gili Kedis benar-benar harus dipuaskan. Sapa juga ikan-ikan di air yang jernih. Snorkeling bisa dilakukan di sekeliling pulau ini.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/read/1129428/gili-nanggu-dan-gili-kedis-di-lombok-untuk-liburan-eksotis

Written by kadekpermadi

Vi Veri Veniversum Vivus Vici

One comment

Leave a Reply