Berbagai cara dapat dilakukan banyak orang untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus. Salah satunya dengan mengunjungi museum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Dengan mengunjungi museum, Anda bisa mengetahui perjuangan para pehlawan untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah. Cara ini juga bisa digunakan sebagai wisata edukasi si kecil untuk menambah pengetahuan. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa mengunjungi museum-museum yang ada disekitaran Kota Jakarta.

1. Museum Sejarah Fatahilah

Bangunan ini dahulu merupakan balai kota Batavia atau dalam bahasa Belanda Stadhuis van Batavia yang dibangun pada 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninghalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penghalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19 yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat China dan Indonesia.

Ada juga keramik, gerabah dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia.

Koleksi kebudayaan Betawi, numismatik dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau disingkat dengan Munasprok merupakan gedung yang dibangun sebagai monument peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia.

Gedung dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi ini pertama kali didirikan pada 1920 dengan gaya arsitektur Eropa. Di dalam gedung terdapat ruangan, mebel kuno dan aksesoris yang menggambarkan suasana serupa peristiwa perumusan naskah proklamasi.

3. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra. Dalam perjalanannya, gedung tersebut selalu beralih fungsi.

Masuk ke dalam gedung dapat disaksikan ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olahraga, kantin, dapur, dan aula. Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan seluruh koleksi museum dengan total 2.042 buah berupa bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta, maket, sketsa dan miniatur.

Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di beberapa ruangan antara lain di ruang awal pergerakan, ruang kesadaran nasional, dan ruan pergerakan dan ruang memorial Boedi Oetomo. Terbaru, pada tahun 2012 dan 2013 revitalisasi museum secara bertahap dilakukan oleh pemerintah pusat dari segi tata koleksi, pemasangan air conditioner dan perbaikan pada papan keterangan.

4. Gedung Joang 45

Di museum ini dapat dilihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2 dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh perjuangan ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.

Museum ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang pameran tetap dan temporer dengan pojok multi media, bioskop Joang 45, studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama, perpustakaan referensi sejarah ilmiah, komik-komik perjuangan untuk bacaan anak, ruangan anak, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down, foto studio, menyediakan kostum para pejuang untuk dikenakan pengunjung dan foto instan. Ada juga toko souvenir, plaza untuk aktivitas outdoor berupa teater anak.

5. Museum Sumpah Pemuda

Sebagai museum khusus, koleksi museum ini terdiri dari koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada tahun 2007, keseluruhan koleksi berjumlah 2.867 koleksi, di mana koleksi utamanya adalah Gedung Kramat 106 yang merupakan tempat direncanakan dan dilaksanakannya Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928. Gedung ini terbagi atas bangunan utama dan paviliun. Bangunan utama terdiri atas serambi depan, satu ruang tamu, 5 kamar, dan satu ruang terbuka atau ruang rapat. Sedangkan bangunan paviliun memiliki 2 kamar.

 

Sumber : https://lifestyle.sindonews.com/read/1331047/156/5-museum-di-jakarta-yang-kenang-perjuangan-pahlawan-indonesia-1534470368

Written by kadekpermadi

Vi Veri Veniversum Vivus Vici

Leave a Reply