Mencicipi Gudeg Bromo, Yogyakarta.

Ketika itu hari Jumat, kebetulan lagi mendapatkan tugas kantor ke Yogyakarta. Karna abis nonton film aruna dan lidahnya, gue langsung minta saran ke teman kantor yg orang jogja “kuliner apa yang wajib gue coba disana?” dan disarankan untuk mencicipi gudeg bromo.

Setibanya di Jogja jam 11 malam, gue langsung meluncur ke gudeg bromo menggunakan Go-Car dari bandara. Ternyata lokasinya dekat dengan UNY.

Baru sampe langsung antri, antriannya panjang. Di antrian terdapat beberapa supir gojek. Kita ngantri bareng bareng bisa sampe satu jam lebih. Gue sih gapapa, tapi kasian supir gojeknya, dapet gak seberapa tapi harus antri panjang yang sebenernya bisa untuk mendapatkan orderan lain.

Setelah satu jam antri baru deh bisa berada di posisi terdepan dan langsung pesen. Dan ternyata.. emang rasanya enak banget sih, beda dari gudeg gudeg lainnya di jogja. Rasa pedes dan bumbu-bumbunya kerasa banget. Walaupun agak lebih mahal dari gudeg lainnya. Wajib coba sih kalo pada main ke jogja. Lain kali pasti gue bakal mampir kesini lagi, tapi kalo lagi gak laper laper banget. Kalo laper banget mending makan di tempat lain dulu.

Advertisements

Makan Enak dan Murah Dengan Gopay! (27-28 September 2018)

Go Pay.jpg

Diskon 50% F&B Dengan Go-Pay!

– Chatime: cashback 50%
– D’Crepes: buy 1 get 1 free
– Hokben: cashback 50%
– Hop Hop: buy 1 get 1 free
– McDonalds: cashback 50%
– PHD: cashback 50%
– PUYO: cashback 50%
– Sour Sally: cashback 50%
– Tous Les Jours: cashback 50%
– Warunk Upnormal: cashback 50%

Go Pay.jpg

Selfie di Kampung Pelangi Kota Bandung

Sejak diresmikan pada Agustus lalu, Kampung Pelangi di Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, kota Bandung menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata. Para penggemar fotografi dan foto swadiri banyak yang menyambangi kawasan ini.

“Kampung Pelangi memulai dari nol hingga bisa berkembang seperti sekarang,” kata Ketua RW 12 Kelurahan Dago, Kota Bandung, Budi Waskito, Kamis, 2/9. Menurut Budi kebanyakan warga di sini adalah hasil relokasi dari daerah Rusunawa sekitar ITB pada 1992.

Sebelumnya kawasan ini dikenal dengan nama Kampung 200. Budi menceritakan dulu warga yang direlokasi diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per Kartu Keluarga. Dari situlah istilah Kampung 200 lahir.

Kampung ini merupakan daerah terpadat di Kelurahan Dago, sehingga Ridwan Kamil (walikota waktu itu) memunculkan gagasan membuat kampung lebih tertata. Tetapi Ridwan Kamil mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat dan membuat gagasan itu tidak terlaksana.

foto© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Budi Waskito bersama warga Kampung 200 akhirnya mencari cara lain, yakni bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rajawali Hyoto yang meproduksi Sanlex. Bentuk kerja sama ini adalah mengecat berbagai fasilitas maupun rumah yang berada di kawasan Dago dengan beragam warna. Proses pengecatannya dilakukan secara gotong royong oleh karang taruna dan warga.

Setelah semua bangunan disapu warna, kemudian memunculkan panorama yang unik. Tempat ini pun lalu dikenal sebagai Kampung Pelangi. Kondisi rumah yang berada di lereng menjadikan bangunan seperti bertumpuk. Itu yang makin menambah daya tarik bagi wisatawan penikmat fotografi.

Agar kualitas warna terjaga, setiap enam bulan dilakukan perawatan oleh CSR. Bentuknya adalah mengecat ulang rumah-rumah yang warnanya mulai pudar.

“Unik banget malah, seperti di Amerika Latin tapi rasa Bandung. Udaranya yang sejuk tambah enak buat jalan-jalan, hunting foto di sana,” kata Shafira Larasati, salah satu pengunjung.

Budi Waskito berharap Kampung Pelangi dapat menjadi salah satu ikon Kota Bandung dan menumbuhkan sektor ekonomi warga.

 

Sumber : https://www.msn.com/id-id/travel/ideperjalanan/liburan-murah-selfie-asyik-di-kampung-pelangi-kota-bandung/ar-AAAt6KY

Tips Menukar Uang Agar Anda Untung

Kita ambil contoh mata uang Rupiah, Dollar Australia, dan Euro. Kita anggap kurs Rupiah ke Dollar Australia adalah 10.800, kurs Rupiah ke Euro adalah 16.500, dan kurs Dollar Australia ke Euro adalah 0.68. Apabila Anda berkepentingan untuk menukarkan Rupiah ke Euro dan Anda langsung menukarkannya (misalkan nominal Rp16 juta), maka Anda hanya akan mendapatkan sekitar 969,7 Euro. Berbeda halnya ketika Anda menukarkan Rupiah ke Dollar Australia lebih dulu lantas menukarkannya lagi menjadi Euro. Perhitungannya:

Rp16 juta           = 1481,5 AUD

AUD 1481,5 AUD = 1007,4 EUR

Terdapat selisih yang cukup berarti bukan untuk mendapatkan Euro lebih banyak?

 

Sumber : https://www.cermati.com/artikel/tips-menukar-rupiah-ke-mata-uang-asing-saat-mau-liburan

Keeksotisan Gili Nanggu dan Gili Kedis

Trio gili tak hanya Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air saja di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Ada trio gili yang terbilang lebih dekat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid yang berada di Praya, Lombok Tengah. Yakni, Gili Nanggu, Sudak dan Kedis.

Pantai Sekotong di Lombok Barat menjadi titik awal berperahu bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam dari bandara. Ada deretan perahu nelayan yang siap membawa menyeberang ke tiga gili di pantai yang terletak di Desa Tawun. Berikut sewa perlengkapan snorkeling tentunya. Bahkan di warung pun tersedia remah-remah roti untuk makanan ikan-ikan.

Sewa perahu dengan kapasitas delapan orang dipatok Rp 350 ribu. Perjalanan dari Pantai Sekotong menuju Gili Nanggu yang pertama saya singgahi hanya sekitar 20 menit. Beberapa menit meluncur dari Pantai Sekotong, deretan pulau kecil itu sudah muncul menyajikan pemandangan unik. Gili Nanggu tampak paling besar. Perahu langsung menuju pulau seluas 12,5 hektare itu.

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=AxKKWKR3XyY[/embedyt]

 

Pasir putih yang mengelilingi pulau menjadi lingkaran yang menyilaukan mata. Semakin dekat, pantainya yang landai dan putih pun terlihat. Sedangkan bagian tengah pulau yang dipenuhi pepohonan.Suasana di pulau kecil itu cukup ramai ketika saya tiba di sana menjelang siang. Di sisi kanan tempat perahu bersandar, tampak rombongan turis asing. Mereka asyik berendam di laut.

Perlengkapan snorkeling menempel di kepala. Ternyata tidak perlu berperahu jauh-jauh untuk menikmati keindahan panorama bawah laut pulau ini, di tepiannya dengan air yang bening, ikan-ikan sudah terlihat. Bahkan tanpa peralatan pun, berbekal remah-remah roti, ikan-ikan warna- warni sudah mengitari. Bintang laut berwarna biru pun bisa ditemukan di sini.

Tak hanya snorkeling yang bisa dinikmati di sini. Pulau sudah dilengkapi juga dengan jogging track, bisa berlari atau sekadar jalan-jalan keliling pulau seperti saya. Ada juga bale-bale beratap jika hanya ingin duduk santai. Saat waktu makan siang tiba, tinggal beranjak ke restoran yang menjadi bagian cottage. Ada pilihan menu simpel seperti nasi goreng hingga hidangan laut.

Selepas makan siang, sejenak bersantai menunggu mentari tak terlalu terik baru beranjak ke dua pulau lain. Jarak antara pulau hanya sekitar 10 menit.

Tujuan selanjutnya adalah Gili Sudak, ukurannya lebih kecil daripada Gili Nanggu. Di sini juga sudah tersedia akomodasi. Jadi selain di Gili Nanggu, bila ingin bermalam bisa pilih Gili Sudak. Rata-rata kamar-kamar yang menghadap ke pantai, bermain di tepi laut bisa terpuaskan. Memancing dan berkano menjadi aktivitas yang bisa dilakoni di sini selain snorkeling.

Pulau terakhir, Gili Kedis, hanya berupa hamparan pasir dengan beberapa pohon. Namun menjadi tempat yang seru buat foto. Nah, sebelum perjalanan berakhir tentu menikmati pasir di Gili Kedis benar-benar harus dipuaskan. Sapa juga ikan-ikan di air yang jernih. Snorkeling bisa dilakukan di sekeliling pulau ini.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/read/1129428/gili-nanggu-dan-gili-kedis-di-lombok-untuk-liburan-eksotis

5 Makanan Yang Ditetapkan Sebagai Makanan Nasional Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan kementerian yang dipimpinnya telah menetapkan lima jenis kuliner untuk membawa identitas nasional. Kelima sajian itu adalah: soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado.

Penetapan itu untuk mengatasi problem bahwa Indonesia belum memiliki makanan nasional. “Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena (kita) punya banyak makanan,” kata Arief dalam konperensi pers di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa, 18/9.

Menteri Arief mengatakan sebenarnya peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti. Namun masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

Arief mengakui bahwa soto sudah ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Alasannya adalah karena soto banyak terdapat di Nusantara.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung dan Yogyakarta. “Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa dilanjutkan ke Bandung,” kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia dalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

“Strategi nya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor,” kata Arief.

 

SUMBER : https://travel.tempo.co/read/1128022/5-makanan-ini-ditetapkan-kemenpar-sebagai-kuliner-nasional/full&view=ok

Dampak Bagi Tubuh Jika Kita Traveling ke Luar Angkasa

Traveling di masa kini bukan hanya sekadar antar kota, pulau atau negara saja, tetapi juga antariksa, alias luar angkasa

Lewat kecanggihan teknologi masa kini, hal yang dianggap tidak mungkin bisa jadi mungkin, salah satunya wisata luar angkasa. Seperti berlibur ke bulan, atau sekadar menikmati ruang angkasa tanpa gravitasi.

Tak main-main, walau dibanderol dengan harga selangit, ada saja wisatawan yang berminat untuk mencoba. Namun di balik kemewahan, keseruan, dan pengalaman anti-mainstream yang ditawarkan wisata luar angkasa, ternyata punya dampak negatif yang menunggumu.

Dilansir Travel and Leisure, dampak negatif yang terjadi pada wisatawan yang melakukan perjalanan di luar angkasa tidak tergantung pada durasi waktu yang digunakan. Meski waktu yang digunakan turis untuk berwisata di luar angkasa sangat terbatas, dampak akibat kecilnya gaya gravitasi tetap terjadi. Gaya gravitasi mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem muskuloskeletal.

Sistem muskuloskeletal merupakan struktur yang mendukung anggota badan, punggung, dan leher. Sehingga gangguan yang terjadi akibat perjalanan ruang angkasa dapat mengganggu kerja sendi, ligamen, otot, saraf, tulang belakang, dan tendon.

Gaya gravitasi yang rendah di ruang angkasa juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kerusakan jaringan otot, dan gangguan pada detak jantung. Tak hanya itu, di balik harganya yang selangit, masih ada lagi efek negatif lainnya yang mesti kamu waspadai, seperti radiasi, paparan sinar kosmik, dan suhu dingin yang ekstrem.

Pasalnya, beberapa peneliti percaya bahwa sinar kosmik memiliki partikel tertentu yang dapat mengaktifkan virus, mengganggu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko mutasi dan kanker, serta menghancurkan DNA.

Wisatawan yang melakukan traveling ke luar angkasa juga dapat merasakan mabuk dan disorientasi. Bentuk disorientasi yang terjadi bisa berupa gangguan keseimbangan, kendali motorik, kognitif, dan penglihatan.

Seorang astronot bernama Scott Kelly yang menghabiskan waktunya hampir setahun d International Space Station bercerita lewat bukunya yang berjudul Endurance: My Year in Space and Our Journey to Mars. Dalam memoarnya tersebut, ia mengungkapkan dampak negatif yang didapatkan semasa di ruang angkasa.

”Saya kehilangan masa tulang, otot saya berhenti berkembang, darah saya meredistribusi sendiri, sehingga membuat jantung terasa tegang. Setiap hari saya terkena radiasi 10 kali lipat yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker fatal selama hidup. Dan tentunya tekanan psikologis yang tidak terukur,” cerita Kelly.

Meski menarik, sepertinya bagi kamu yang ingin mencoba traveling luar angkasa meski berpikir ulang, sambil mempertimbangkan dampaknya. Jangan sampai, jalan-jalan yang kamu harapkan malah merusak kesehatanmu.